Monumen Trisula (bahan ajar sejarah lokal)

MONUMEN TRISULA DI BLITAR Arti dan Sejarahnya (Bahan Ajar Sejarah Lokal) 1. Pendahuluan Monumen Trisula didirikan didaerah Blitar selatan, tepatnya di desa Bakung Kecamatan Bakung Blitar. Monument ini diresmikan pada tanggal 18 Desember 1972 oleh M. Yasin yang pada saat itu menjabat sebagai Letnan Jendral TNI Angkatan Darat yang bertugas sebagai “Deputy Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat” dan di sahkan oleh Surat Keputusan Panglima Daerah Militer VIII Brawijaya, Mayor Jendral TNI Wijoyo Soejono No : SKEP/2012/VIIII/1972 tanggal 16 Agustus 1972. Dasar Pertimbangan Karena Desa Bakung, merupakan pusat kegiatan kompro Blitar Selatan dari sisa-sisa G.30.S/PKI pada tahun 1968 menyusun kekuatannya kembali untuk melawan/memberontak kepada Pemerintah RI yang sah. Dipilihnya Bakung Blitar sebagai basis oleh sisa-sisa G.30.S/PKI karena : a. Diupayakan oleh PKI daerah tersebut terisolir, gersang dan miskin; b. Medannya berat tetapi memungkinkan suplai dari laut selatan dengan aman; c. Rumah penduduk terpencar kurang komunikatif; d. Pendidikan rendah, sifat paguyubannya tinggi; e. Menghormati tamu apalagi yang menjanjikan perbaikan nasib. Kondisi ini mengundang tokoh-tokoh sisa-sisa G.30.S/PKI baik dari Pusat (CC) maupun Tingkat I (CDB) masuk ke Blitar antara lain : – Oloan Hutapea – Ruslan Widjaja Sastra – Ir. Surahman – Cugito – Mardjoko – Suripto al Iskandar Subekti – Suwandi – Gatot Sutaryo – Munir – Sukatno – Rewang – Ex. Letkol Pratomo dll. Rakyat Blitar selatan secara tak sadar karena kebodohannya, terjerumus membantu tokoh-tokoh tersebut, namun terbukti tidak seorangpun PKI yang berasal dari Blitar Selatan, semuanya dari luar daerah. Karena itu Desa Bakung dilaksanakan Komando Terakhir Operasi Trisula yang dilakukan mulai tanggal 8 Juni s/d 3 Juli 1968 dalam rangka penumpasan sisa-sisa G.30.S/PKI demi menegakkan Pancasila dan UUD 1945. Tujuan Pembangunan Monumen Trisula Monumen Trisula dibangun dalam rangka pewarisan nilai-nilai kejuangan-perjuangan yang mempunyai nilai-nilai spiritual bagi generasi yang akan datang; dan diharapkan dapat menanamkan dan menggugah semangat serta jiwa rakyat Indonesia, untuk : – Secara gigih mempertahankan kemurnian Pancasila. – Secara gigih menghancurkan sisa-sisa komunis yang ingin kembali ke Indonesia, karena kebiadaban komunis pada peristiwa Madium tahun 1948 dan peristiwa G.30.S.PKI tahun 1965 membawa korban dan malapetaka yang sangat besar bagi negara dan bangsa Indonesia. – Pembangunan monumen memorial sangat perlu, karena selain mempunyai nilai-nilai spiritual kepada generasi yang akan datang, juga mempunyai nilai sejarah sebagai pewarisan dari generasi 1945 kepada generasi seterusnya. – Monumen Trisula ini persembahan masyarakat Kabupaten Blitar pada khususnya, dan rakyat Jawa Timur pada umumnya kepada Bangsa Indonesia. Dasar Pelaksanaan Pembangunan Tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Blitar Nomor : SK/57/15/1971 tertanggal 21 Desember 1971, yang disahkan dengan Surat Keputusan Pangdam VIII Brawijaya Nomor : SKEP/201/1972 tanggal 10 Agustus 1972. 2. Isi 2.1 Hasil Pengamatan 2.1.1 Struktur – Lima Patung Di dalam mempertahankan kemurnia Pancasila dan menghancurkan sisa-sisa komunis di Indonesia, persatuan antara ABRI dan rakyat mutlak perlu, karena ini merupakan suatu kekuatan yang tidak dapat dipisah-pisahkan, dan didorong oleh kesadaran serta suatu pertanggungjawaban yang benar, sebab timbulnya kembali komunis di Indonesia akan membawa malapetaka bagi rakyat dan Bangsa Indonesia. – Landasan Patung yang Tunggal Berdasarkan UUD 1945, yang merupakan Dasar Perjuangan yang pokok baik bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang; disamping itu Pancasila adalah satu-satunya azas bagi perjuangan bangsa yang telah diridhoi oleh Tuhan Yang Mahasesa. – Anak Tangga Jumlah 45 UUD 1945 merupakan pancaran demokrasi, Pancasila merupakan Way of Life bangsa Indonesia. Kesaktiannya yang ampuh telah teruji sepanjang masa; dan patut dengan gigih dipertahankan kemurniannya atas dasar nilai-nilai 1945. – Jembatan Setiap pemberontakan adalah tragedi nasional yang membawa malapetaka dan kehancuran bagi bangsa Indonesia; maka semoga peristiwa hitam pemberontakan sisa-sisa G.30.S/PKI 1968 di Bakung Blitar Selatan merupakan peristiwa terakhir sehingga kondisi tata tentrem segera tercetak. Terciptanya kondisi tata tentrem akan merupakan jembatan untuk menuju pada cita-cita bangsa Indonesia mewujudkan suatu masyarakat yang adil dan makmur. – Pilar Jumlah 17 Mencerminkan proklamasi sebagai hari kemerdekaan bangsa Indonesia. 2.1.2 Tulisan Pada Monumen Monumen Trisula berbentuk persegi empat, dimana pada sisi-sisinya terdapat tulisan-tulisan. – Dilihat dari depan terdapat tulisan : Tentang Peresmian. DIRESMIKAN Oleh Letnan Jendral TNI AD M. Yasin Deputy Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat Bakung Tanggal 18 Desember 1972 – Dilihat dari samping kanan terdapat tulisan : OPERASI TRISULA 1. Di daerah ini telah berhasil ditumpas usaha G.30.S/PKI, untuk menyusun kekuatannya kembali melawan negara Republik Indonesia. Berkat kerjasama antara kesatuan Brawijaya dengan non G.30.S/PKI lainnya, Pemerintah Sipil dan rakyat. 2. Semoga dengan monumen yang bersejarah ini akan tergugah dan tentram, semangat dan jiwa dari tiap rakyat Indonesia khususnya generasi yang akan datang untuk : – Secara gigih mempertahankan kemurnian Pancasila – Secara gigih menghancurkan sisa-sisa komunisme yang ingin kembali ke bumi Indonesia. Kebiadaban komunisme peristiwa tahun 1948 dan peristiwa G.30.S/PKI tahun 1965 sudah membawa korban dan malapetaka yang sangat besar bagi negara dan bangsa Indonesia yang kita cintai. – Dilihat dari samping kiri terdapat tulisan : “Disini diberikan Komando terakhir Operasi Trisula yang dilaksanakan sejak tanggal 8 Juni 1968 s/d 30 Juli 1968. dalam rangka menumpas sisa-sisa G30.S/PKI, Demi menegakkan Pancasila dan UUD 1945”. – Dilihat dari belakang terdapat tulisan : Nama-nama pahlawan yang gugur akibat pengkhiatan/keganasan G.30.S/PKI di daerah Blitar Selatan. ABRI 1. Letda Kartomo 20534 Yonif 521 2. Pelda Noenasir 254908 Yon 531/R 3. Serma Misiran 117207 Yon 531/R 4. Sersan Soebijanto 105557 Yonif 511 5. Sersan Purnasuharyo – Puskopad DAM VIII/Brawijaya 6. Koptu Soekarman G : 6624373823 Yonif 511 7. Kopda Samoe’in G : 624273752 Yonif 511 Perangkat Desa dan Rakyat 1. Solikin Kades Rejoso 2. Saimin Kamituwo Bendosari 3. Harjosetoe Kamituwo Kaligrenyeng 4. Kasan Iman Jogoboyo Sukorame 5. Marwoto Jogoboyo Bendosari 6. Doelmanan Modin Sukorame 7. Sariman Mandor Hutan Bendosari 8. Soeta Mandor jalan Maron 9. Soesanto Guru SD Panggung Asri 10. Soewaryo Danru Hansip Bendosari 11. Marli Hansip Panggung Duwet 12. Jarno Hansip Panggung Duwet 13. Soewardi Hansip Kaligenthong 14. Jarman Rakyat Bendosari 15. Maksoem Rakyat Dawuan 16. Marnoe Rakyat Kedung Ganti 17. Kartomo Rakyat Kedung Ganti 18. Tukimo Rakyat 19. Marsono Rakyat 20. Soemarto Rakyat 21. Soejanto Rakyat 22. Bejo Rakyat 23. Tukiyo Rakyat 24. Markum Rakyat 25. Ngatiman Rakyat 26. Ukir Rakyat 2.2 Hasil Pengamatan Latar Belakang Operasi Trisula Pada tahun 1963 terjadi gejolak komunisme yang meminta pada pemerintah untuk mempersenjatai petani, akhirnya pada tanggal 1 Oktober 1965 terjadi perebutan kekuasaan dari pemerintahan yang sah (kudeta) sampai terjadi pembunuhan pada Jendral AD diantaranya ; A.Yani sebagai Pangkostrad. Adapun prinsip-prinsip komunis : – Mempunyai paham yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, semua cara halal asal sampai pada tujuan. – Adanya bahaya laten yaitu bahaya yang terus menerus di mana daerah minus akan hidup subur, sebab rakyatnya bodoh, sehingga mudah dipengaruhi. Sisa-sisa pengikut Komunis akhirnya mengadakan cara : “Back”, yaitu membentuk daerah-daerah kompro (Komando Proyek) contohnya : Brantas Kompro “ tersebut mempengaruhi rakyat termasuk rakyat di Blitar Selatan. Hal ini disebabkan karena masyarakat di daerah ini mempunyai rasa kekeluargaan yang tinggi, sehingga setaip kedatangan tamu, baik orang yang dikenal atau belum selalu disambutnya dengan baik. Sehingga walaupun orang tersebut , seperti “LIS SUKATNO” ia seorang ahli bahasa asing dari Yogyakarta, yang sebenarnya anggota Gerwani, sehingga ia mempengaruhi rakyat Blitar Selatan. Jenis operasi yang dilakukan sebelum Operasi Trisula a. Operasi Ambet Title (Penjajagan) b. Operasi Teritorial Langkah-langkah yang dilakukan oleh komunis : a. Operasi Gentong, berhasil merampas senjata pasukan keamanaan. b. Operasi di Panggung Duwet, terjadi pembunuhan anggota ABRI, yaitu 3 anggota 511 gugur. OPERASI TRISULA Trisula merupakan nama suatu kesatuan dimana Bapak Witarmin bertugas, Pusaka Trisula : keris bermata 3, Hari Ulang Tahun 14 Desember. Operasi Trisula dipimpin oleh Kolonel Witarmin, antara lain : – Operasi Trisula Pusat di Bakung yang dikenal dengan nama KOTIS (Komando Statis), sebagai komando utama, dan Komando bantuan di Sutojayan. Sistem dari operasi Trisula adalah Pagar Betis, yaitu dengan cara 40.000 orang dijejer dari Sumber Mulyo sampai dengan Panggung Gunung, setiap orang mempunyai daerah 5 meter denagn sistem gerakan serentak dimuali jam 4 pagi sampai jam 4 sore, Setelah tujuh hari berturut-turut melaksanakan operasi itu dan mengepos selama 4 hari. (Banyak tokoh komunis yang bunuh diri selama dilakukan operasi itu), kemudian mereka berjalan lagi kearah utara sehingga seluruh tokoh komunis dapat dihalau semua. Dalam operasi itu hansip berjumlah 14.000, Angkatan Darat 3 Brigade. Operasi Trisula dibagi 3 sektor : – Sektor A (11 dan 16) daerahnya Plandi Rejo – Sektor B ( ) daerahnya Suruhwadang, Bakung – Sektor C (511) daerahnya Donomulyo, Binangun. Brigade yang melakukan operasi Trisula dikenal dengan Brigade Lintas Utara Trisula. Banyak dari anggota PKI yang berambisi untuk memangku jabatan. Karena itu PKI berusaha keras untuk memenangkannya, sehingga dapat menduduki jabatan yang dianggap penting. Seperti : Pratomo, yang dijanjikan sebagai panglima tertinggi Angkatan Darat. Oloan Hutapea, yang dijanjikan sebagai Presiden. Namun sebelum semuanya terwujud, Pratomo terbunuh oleh Slamet anak gembala. Dalam hal ini PKI menggunakan sistem bergerilya, yaitu : apabila diserang mereka akan lari tetapi apabila para pelaksana operasi Trisula itu lengah akan diserang. Setelah operasi Trisula diadakan operasi Obeyah (Operasi Pembinaan Wilayah) yang dipimpin oleh Bupati Blitar Bapak Sanusi. Operasi obeyah bertujuan untuk menjajaki orang-orang komunis yang belum tertangkap. Operasi obeyah meliputi : – Jalan – Rumah – Penghijauan Sistem yang dipakai komunis adalah RUBAH (Ruang Bawah Tanah). mereka lihai sekali, kalau dikejar para pelaksana operasi kehilangan jejak. Selain itu teknologi mereka sudah canggih. Dalam mengambil O2 dari air laut sinar diperoleh dari pembiasan sinar matahari. Rubah yang terbesar berada di Pakis Aji, yang dapat menampung 150 orang. Kegiatan Operasi Trisula dalam minggu pertama bulan Juni 1968. Setelah makin menikatnya teror gerombolan PKI di Blitar Selatan, yang dikenal dengan operasi Trisula, yang dilaksanakan sejak tanggal 8 Juni sampai dengan 30 Juli 1968. dalam melakukan Operasi inipun banyak mengalami berbagai hambatan-hambatan, hal ini disebabkan : a. Medan sangat sulit, dimana jalan-jalan saat itu masih berliku-liku dan tidak rata. b. Rumah penduduk masih berpindah-pindah. c. Daerah itu masih sangat minus sekali d. Orang-orang PKI pandai menyamar sehingga sulit membedakan antara orang PKI dengan orang bukan PKI. Akhirnya denagn tekad yang bulat, dan semangat yang tinggi, dan demi tegaknya pancasila dan UUD 1945 rakyat bersama-sama PKI. Dan sebagai tanda keberhasilan dari pelaksanaan operasi itulah akhirnya didirikan Monumen didaerah itu yang kemudian kita kenal dengan nama MONUMEN TRISULA. Dari uraian diatas maka dapat kita simpulkan bahwa di Indonesia ada 2 monumen : a. Monumen Lubang Buaya, yang mempunyai makna tentang kekejaman PKI. b. Monumen Trisula, yang mempunyai makna kemenangan atas penumpang PKI. Kedua monumen tersebut dibuat sebagai perwujudan bahwa Pancasila tetap sakti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: