PERKEMBANGAN NEGARA-NEGARA TRADISIONIL INDONESIA

A . Perkembangan Hindu-Buddha di lndonesia

l. Teori Masuknya Hindu-Buddha ke lndonesia

Adanya hubungan dagang antara Indonesia dengan India berpengaruh besar terhadap masuknya budaya Hindu-Buddha ke Indonesia. Agama Buddha disebarluaskan ke Indonesia oleh parabiksu, sedangkan mengenai pembawa agama Hindu ke Indonesia sejarawan mengemukakan lima teori sebagai berikut.

a. Teori Brahmana
Dengan melihat unsur-unsur budaya India yang berpengaruh ke Indonesi, J.C. van Leur megutarakan bahwa kaum brahmana sangat berperan dalam penyebaran agama dan kebudayaan Hindu ke Indonesia. Mereka datang atas undangan para penguasa Indonesia. Kaum brahmana diundang ke Indonesia untuk melakukan upacara khusus menjadikan seseorang menjadi pemeluk agama Hindu yang disebut upacara/sesaji Vratyastoma.

b. Teori Ksatria

Teori ini dikemukakan oleh F.D.K. Bosch. Ia menyatakan bahwa adanya raja-raja dari lndia yang datang menaklukkan daerah-daerah tertentu di Indonesia telah mengakibatkan penghinduan penduduk setempat. Terhadap teori ksatria, van Leur mengajukan keberatan. Menurutnya, jika memang raja-raja India pernah menaklukkan daerah di Indonesia, maka hal itu akan dicatat dalam sumber-sumber sejarah baik di India maupun Indonesia. Raja-raja India biasanya membangun sebuah tugu kernenangan yang disebut Jayastamba.

c Teori Waisya
bilenurut N.J. Krom, golongan pedagang dari kasta waisya merupakan golongan terbesar yang datang ke Indonesia. menetap di Indonesia dan kemudian memegang peran penting dalam proses penyebaran kebudayaan India.
d. Teori Sudra
Teori ini menyatakan bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kasta syusradra. Mereka datang ke lndonesia dengan tujuan mengubah kehidupan, karena di India mereka hanya hidup sebagai pekerja kasar dan budak.

e. Teori Camparan
Teori ini beranggapan bahwa baik kaum brahmana, ksatria, para pedagang, maupun golongan sudra bersama-sama menyebarkan agama Hindu ke Indonesia sesuai dengan peran masing-masing.

2.Negara-Negara Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
Bukti tertua adany-a pengaruh India di Indonesia adalah ditemukannya arca Buddha dari Perunggu di sempaga, sulawesi selatan. Arca ini berlanggam seni arca Amarawati,India selatan. Arca sejenis juga ditemukan di Jember Jawa Timur, dan di daerah Bukit siguntang, sumatra selatan. Perkembangan kebudayaan India di Indonesia ditunjukkan pula oleh adanya kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu Budha.

a. KerajaanKutai

Kerajaan Kutai atau Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu yang berdiri sekitar abad ke-4 Masehi di Muara Kaman, Kalimantan Timur. Kerajaan ini dibangun oleh Kundunga. Diduga ia belum menganut agama Hindu.
Peninggalan terpenting Kerajaan Kutai adalah 7 prasasti yupa,dengan huruf Pallawa dan bahasa sanskerta. prasasti yupa berupa tiang-tiang batu untuk mengikat hewan kurban. Salah satu yupa menvatakan bahawa Maharaja Kundunga mempunyai seorang putra bernamaAswawarman yang disamakan dengan Ansumann (dewa matahari) Aswawarman mempunyai tiga orang putra yang paling terkemuka adalah Mulawarman. Mulawarman merupakan raja termasyur Kutai. Ia pernah menyedekahkan 20’000 ekor lembu kepada para brahmana. Untuk memperingati hal itu,para brahmana mencatatnya dalam prasasti Yupa. Salah satu prasasti juga menyebutkan kata kata Waprakeswara yaitu tempat pemujaan terhadap Dewa Syiwa.

b. Kerajaan Taramanegara

Berdirinya kerajaan Tarumanegara di jawa barat hamper bersamaan waktunya dengan Kerajaan Kutai. Kerajaan Tarumanegara didirikan oleh raja Rajadirajaguru Jayasinghawarman pada tahun 358, yang kemudian digantikan oleh putranya, Dharmayawarman (382-395)

Kata taruma berhubungan dengan kata tarum yang berarti nila atau biru. Sampai sekarang nama taruma masih digunakan sebagai nama sungai, yaitu Citarum (ci = sungai).

Maharaja Purnawarman adalah Raja Tarumanegara yang ketiga (395434 M). Ia membangun ibu kotu kerajaan baru pada tahun 397 yang terletak lebih dekat ke pantai. Ibu kota baru itu bernama Sundapura.
Menurut Prasasti Tugu pada tahun 417 Purnawarman memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan dan Candrabaga sepanjang 6ll2 tombak(sekitar 11km).Ia berhasil membawa Tarumanegara menjadi kerajaan besar. Kekuasaannya membentang dari daerah Bekasi di timur sampai ke Banten Selatan di barat.

Prasasti-prasasti lain yang menceritakan Kerajaan Tarumanegara, yaitu Prasasti Ciaruteun Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Jambu (Pasir Koleangkak), Prasasti Cidanghiang (Munjul), dan prasasti Pasir Awi (Muara Cianten).
Dari isi beberapa prasasti tersebut disimpulkan bahwa Purnawarman menganut agama Hindu Waisnawa (aliran pemuja Dewa Wisnu). Adapun menurut Fa-Hien yang tiba di To-lo-mo pada abad ke-7 M diterangkan bahwa agama yang dianut masyarakat Thrumanegara adalah Hindu, Buddha, dan animisme-dinamisme.

c. Kerajaan Sriwijaya
Berdasarkan berita-berita Cina dapat diketahui bahwa di Sumatra pada abad ke-7 sudah terdapat beberapa kerajaan, seperti To-lang-po-hwang (Tulangbawang di Sumatera Selatan), Mo-lo-yeu (Melayu) dan Sih-li-fo-shih (Sriwijaya). Dalam sejarah Indonesia klasik Kerajaan Sriwijaya selalu disebut-sebut sebagai kerajaan yang megah dan jaya yang melambangkan kejayaan bangsa Indonesia di masa lalu.

1 ) Faktor -F aktor Pen dorong Perkembangan Kerajaan Sriwijaya

Beberapa faktor yang mendorong perkembangan Kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan besar antara lain sebagai berikut:

a) Letaknya yang strategis di Selat Malaka yang merupakan jalur pelayaran dan perdagangan internasional.
b) Kemajuan kegiatan perdagangan antara India dan Cina yang melintasi Selat Malaka sehingga membawa keuntungan yang besar bagi Sriwijaya.
c) Keruntuhan Kerajaan Funan di Vietnam Selatan akibat serangan Kerajaan Kamboja memberikan kesempatan bagi perkembangan Sriwijaya sebagai negara maritime (sarwajala),yang selama abad ke-6 dipegang oleh Kerajaan Funan.
2) Prasasti-Prasasti Keraj aan Sriwijaya
Kebesaran Kerajaan Sriwijaya antara lain diberitakan dalam tujuh buah prasasti peninggalannya.

a) Prasasti Kedukaan Bukit
Prasasti ini ditemukan di Kedukan Bukit, dekat Palembang, berangka tahun 605 Saka (683 Masehi) menceritakan perjalanan suci yang dilakukan oleh Dapunta Hyang dengan perahu. Ia berangkat dari Minangatanwan dengan membawa 20.000 tentara. Ia berhasil menaklukkan beberapa daerah sehingga Sriwijaya menjadi makmur.

b) Prasasti Talang Tuo
Prasasti Talang Tuo (dekat Palembang) berangka tahun 684 Masehi berisi berita tentang pembuatan taman Sriksetra atas perintahDapunta Hyang ri Jayanaga untuk kemakmuran semua makhluk.

c) Pasasti Kota Kapur
Prasasti yang berangka tahun 686 M ini ditemukan di Kota Kupur, Pulau Bangka- Prasasti ini menyebutkan adanya ekspedisi Sriwijaya ke daerah seberang lautan (Pulau Jwa) untuk memperluas kekuasaannya dengan menundukkan kerajaan-
kerajaan di sekitarnya, seperti Melayu, Tulangbawang, dan Tarumanegara.

d) Prasasti Telnga Bntu
Prasasti ini tidak berangka tahun. Isinya mengenai kutukan-kutukan yang seram terhadap siapa saja yang melakukan kejahatan dan tidak taat kepada raja.

e) Prasasti -Karang Berahi
Prasasti ini ditemukan di daerah Karang Berahi, Jambi Hulu. Berangka tahun 686 M dengan isi permintaan kepada dewa yang menjaga Sriwijaya dan untuk menghukum setiap orang yang bermaksud jahat terhadap Sriwijaya.

f) Prasnstt Ligor
Prasasti berangka tahun 775M ini ditemukan di Tanah Genting Kra, Ligor.

Kerajaan Sriwijaya mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Balaputradewa Ia mengadakan hubungan dengan Raja Dewapaladewa dari India. Dalam Prasasti Nalanda yang berasal dari sekitartahun 860 M disebutkan bahwa Balaputradewa mengajukan permintaan kepada Raja Dewapaladewa dari Benggala untuk mendirikan biara bagi para mahasiswa dan pendeta Sriwijaya yang belajar di Nalanda. Balaputradewa adalah putra Samaratungga dari Dinasti Syailendra yang memerintah di Jawa Tengah tahun 812-824 M.
Sriwijaya pernah pula menjadi pusat pendidikan dan pengembangan agama Buddha. Seorang biksu Buddha dari Cina bernama I-tsing pada tahun 67l berangkat dari Kanton ke India untuk belajar agama Buddha. Ia singgah di Sriwijaya selama enam bulan untuk belajar bahasa Sanskerta. Di Sriwijaya mengajar seorang guru agama Buddha terkenal bernama Sakyakirti yang menulis buku berjudul Hastadandasastra. Para biksu Cina yang hendak belajar agama Buddha ke India dianjurkan untuk belajar di Sriwijaya selama satu atau dua tahun. Pada masa berikutnya yaitu pada tahun 717 dua pendeta Tantris bernama Wajrabodhi dan Amoghawajra datang ke Sriwijaya. Kemudian, antara tahun 1 011-1023 M dating pula pendeta dari Tibet bernama Attisa untuk belajar agama Buddha kepada mahaguru di Sriwijaya bernama Dhannakirti.

3 ) Sebab-Sebab Kemunduran kerajaan Sriwijaya

 Serangan Raja Dharmawangsa pada tahun 990 M. Ketika itu yang erkuasa di Sriwijaya ialah Sri Sudamani Warmadewa. Walaupun serangan ini tidak berhasil, tetapi telah melemahkan Sriwijaya.
 Serangan dari Kerajaan Colamandala yang diperintah oleh Raja Rjendracoladewa pada ta\un 1023 dan 1030. Serangan ini ditujukan ke Semenanjung Malaka dan berhasil menawan raja Sriwijaya. Serangan ketiga tahun 1068 M dilakukan oleh Wirarajendra, cucu Rajendracoladewa.
 Pengiriman ekspedisi Pamalayu atas perintah Raja Kertanegara, 1275-1292, yang diterima dengan baik oleh Raja Melayu (Jambi), Mauliwarmadewa, semakin melemahkan kedudukan Sriwijaya.
 Muncul dan berkembangnya kerajaan Islam Samudra Pasai yang mengambil alih posisi Sriwijaya.
 Serlngan Kerajaan Majapahit dipimpin Adityawarman atas perintah Mahapatih Gajah Mada Pada tahun 1477 yangmengakibatkan Sriwijaya menjadi taklukan Majapahit.

d. Kerajaan Mataram
Berita mengenai kerajaan Mataram diketahui dari Prasasti Canggal yang berangka tahun 732 Masehi. ditulis dalain huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Prasasti ini diketemukan dilereng Gunung Wukir dekat Muntilan. Dalam prasasti itu disebutkan bahwa pada mulanya Jawa (Ywadwipa) diperintah oleh Raja Sanna yang memerintah dengan bijaksana. Setelah ia wafat, negaranya menjadi pecah dan kebingungan. Kemudian Sanjaya naik tahta sebagai penggantinya. Sanjaya adalah putra sannaha (saudara perempuan sanna) yang sangat ahli dalam peperangan.

Sanna dan Sanjaya disebutkan juga dalam Carita Parahyangan, sebuah kitab yang mengisahkan tentang Kerajaan Sunda. Dalam kitab tersebut dikisahkan bahwa Sanna dikalahkan oleh purbasora dari Galuh dan menyingkir ke Merapi. Namun penggantinya, Sanjaya,berhasil menaklukkan Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali. Prasasti Mantyasih (kedu) yang dikeluarkan oleh Raja Balitung pada tahun 907 memuat daftar raja-raja Mataram, yaitu sebagai berikut:

1) Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya
2) SriMaharajaRakaiPanangkaran
3) Sri Maharaja Rakai Panunggalan
4) Sri Maharaja Rakai Warak
5) Sri Maharaja Rakai Garung
6) Sri Maharaja Rakai Pikatan
7) Sri Maharaja Rakai Kayuwangi
8) Sri Maharaja Rakai Watuhumalang
9) Sri Maharaja Watukura Dyah Balitung

Pengganti Sanjaya terdapat dalam Prasasti Kalasan yang ditulis dengan huruf pra-Nagari dalam bahasa Sanskerta dan berangka tahun 778 M. Prasasti ini menyatakan bahwa para guru telah berhasil membujuk Tejahpurana Panangkarana untuk mendirikan bangunan suci untuk Dewi Tara dan sebuah biara untuk para pendeta. Bangunan yang didirikan itu adalah Candi Kalasan di sebelah timur Yogyakarta. Adapun nama Tejahpurana Panangkarana adalah nama Rakai Panangkarar pengganti Sanjaya seperti disebutkan dalam prasasti Mantyasih. Berdasarkan prasasti ini dapat diketahui bahwa Rakai Panangkaran tidak beragama Hindu seperti halnya Sanjaya, namun beragama Budha Mahayana.

Perpindahan agama itu dijelaskan dalam Prasasti Sojomerto yang berbahasa Melayu kuno dan parasasti Sangkhara yang berbahasa Sanskerta. Prasasti Sojomerto menyebutkan nama leluhurnya raja-raia Mataram bernama Dapunta Syailendra, sedangkan Prasasti Sankhara menerangkan bahwa ayah raja Sankhara jatuh sakit panas selama delapan hari dan akhirnya meninggal dunia. Oleh sebab itu, ia merasa takut kepada sang guru yang dianggap tidak benar. Ia lalu meninggalkan agama Siwa dan kemudian menjadi penganut agama Buddha. Hal senada juga disebutkan datam kitab Cerita Parangyangan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa di dalam kerajaan Mataram, walaupun raja-rajanya menganut agama yang berbeda tetapi mereka berasal dari satu keturunan (dinasti).
Prasasti Kelurak (782M) di Desa Kelurak, dekat Prambanan, dengan tulisan Pra negari dan bahasa Sanskerta menyebutkan bahwa Raja Dharanindra membangun arca Manjusri (Candi Sewu). Candi Sewu adalah candi Buddha. Pengganti raja Dharanindra ialah Sarnarathungga. Menurut Prasasti Karang Tengah, Samaratungga dan putrinya Pramodhawardhani, mendirikan bangunan suci Wenuwena (Candi Ngawen) di sebelah barat Muntilan.

Pramodhawardhani kemudian rnenjadi pengganti Samaratungga. Dalam Prasasti Sri Kahulunan, berangka tahun 842 M di daerah Kedu, diberitakan bahwa Sri Kahulunan
(Prannodhawardhani) meresmikan pemberian tanah untuk perneliharaan Candi Borobudur (kamulan i bhummi sambsrn bhudara) yang sudah dihangun sejak masa pemerintahan Samaratungga. Pramodhawardhani menikah dengan Rakai Pikatan yang beragama Hindu. Adik Pramodhawaardhani, Balaputraderwa. menentang pernikahan itu. Pada tahun 856, Balaputradewa berusaha merebut kekuasaan dari Rakai Pikatan, tetapi gagal,Balaputradewa kemudian melarikm diri ke Sriwijaya dan berhasil naik tahta sebagai raja Sriwijaya. Menurut Prasasti Pikatan (856 M) disebutkan bahrwa Rakai Pikatan memerintahtahkan pembangunan Candi Prambanan.

Setelah pemerintahan Rakai PikatanMataram mengalami kemunduran. Pengganti Rakai Pikatan, Rakai Kayuwangi (856-886 M) berhasil mengatasi pemberontakan Rakai Waling Empu Kumbayoni. Pengganti Rakai Kayuwangi ialah Rakai Watuhumalang yang memerintah antara tahun 886-898 M. Kemudian menyusul pemerintahan Raja Balitung (898-910). Pada masa pemerintahannya ia mengeluarkan prasasti Mantyasih.
Raja Balitung banyak mengalihkan perhatian ke wilayah Jawa Timur. Prasasti-prasasti Raja Balitung dari tahun 898 sampai 907 M banyak ditemukan di Jawa Timur. Bahkan salah satunya menyebutkan tentang penyerangan ke Bantan (Bali). Raja-raja setelah Balitung ialah Daksa (910-919), Rakai Layang Dyah Tulodong (919-971), dan Wawa yang bergelar Sri Wijayalokanamottungga (92-929). Wawa merupakan raja terakhir Kerajaan Mataram di Jawa Tengah. Pusat kerajaan kemudian dipindahkan oleh seorang mahapatihnya (Mahamantri I hino) bernama Empu Sindok ke Jawa Timur. Perpindahan pusat Kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur diperkirakan disebabkan oleh hal-hal berikut:

1) Menghindari serangan Kerajaan Sriwijaya.
2) Rakyatnya banyak yang pindah ke Jawa Timur untuk menghindari kerja paksa karena banyak pembangunan candi.
3) Bencana alam meletusnya Gunung Merapi.

Pada tahun 929 M, Empu Sindok naik tahta dengan gelar Sri Maharaja Rakai Hino Sri Isuna Wikramadharmattunggadewa.Ia mendirikan dinasti baru, yaitu Dinasti Isana. Empu Sindok memerintah dengan permaisurinya bernama Rakryan Sri Parameswari Sri Wardhani Empu Kbi. Empu Sindok meninggalkan banyak prasasti namun tidak banyak informasi peristiwa-peristiwa, sejarah yang diperoleh darinya. Ada pula kitab agama Buddha yang dihimpun selama Empu Sindok berkuasa, yaitu Sang Hyang Kamahayanikan yang berisi ajaran dan ibadah agama Buddha Tantrayana.

Empu Sindok memerintah hingga tahun 947. Pengganti-penggantinya dapat diketahui dari prasasti yang dikeluarkan oleh Airlangga, yaitu Prasasti Calcuta. Prasasti tersebut kini tersimpan di India Museum di Calcuta India. Dalam prasasti itu dikemukakan silsilah keturunan Raja Empu Sindok sebagai berikut.

Empu Sindok digantikan oleh putrinya bernama Sri Isanatunggawijaya, yang bersuamikan Lokapala. Dari perkawinan itu lahirlah seorang putra bernama Makutawangsawardhana, yang kemudian menggantikan ibunya sebagai raja. Pengganti Makutawangsawardhana ialah Dharmawangsa Teguh Ananta Wikramatunggadewa. Ia diperkirakan putra dari Makutawangsawardhana dari selir.
Berdasarkan berita Cinadiperoleh keterangan bahwa Raja Dharmawangsa pada tahun 990-992 M menyerang Kerajaan sriwijaya. Pada tahun 1016, Airangga datang ke pulau Jawa untuk meminang putri Dharmawangsa. Namun pada saat upacara pernikahan berlangsung, kerajaan mendapat serangan dari Raja Wurawari yang bekerjasama dengan Sriwijaya. peristiwa ini disebut pralaya atau kehancuran.

Airlangga dapat melarikan diri dan bersembunyi di Wanagiri,bersama para resi dan petapa dengan didampingi sahabatnya yang bernama Narotama. selama dalam pengasingan, ia menyusun kekuatan. Pada tahun 1019, Airlangga dinobatkan menjadi raja pengganti Dharmawangsa oleh para pendeta Buddha, Siwa, dan Brahmana.Langkah pertama Airlangga adalah menyatukan kembali wilayah kerajaan yang pernah menjadi kekuasaan Dharmawangsa. Setelah berhasil menaklukkan Wurawari pada tahun 1032 dan mengalahkan Raja Wijaya dari Wengker. Pada tahun 1035 ia berhasil mengembalikan kekuasaan warisan Dharmawansa. Wiayahnya meliputi daerah Surabaya, Malang, Kediri, dan Madiun.

Airlangga juga berupaya memberikan kemakmuran bagi yakyatnya. Prasasti Kelagen (1032 M) menyebutkan bahwa Airlangga memerintahkan pembangunan sebuah waduk Hujung Galuh di Waringin Sapta (Waringin pitu) guna mengatur aliran Sungai Brantas. Sehingga banyak kapal dagang dari Benggala, Sri Lanka, Chola, Champa, Burma, dan lain-lain datang ke pelabuhan itu. Kemakmuran dan ketenteraman pada masa pemerintahan Airlangga diceritakan pula dalam kitab Arjunawiwaha yang dikarang oleh Empu Kanwa pada tahun 1030.
Pada masa pemerintahan Airlangga banyak dibangun bangunan suci dan asrama untuk pendeta dan pertapa. Airlangga menganut agama Hindu aliran Waisnawa (pemuja Dewa Wisnu). Setelah mengundurkan diri sebagai raja, ia menjadi pertapa dengan nama Resi Gentayu. Airlangga wafat pada tahun 1049 dan disemayamkan di Parthirtaan Belahan, di lereng Gunung Penanggungan. Airlangga diwujudkan dalam sebuah patung Wisnu sedang mengendarai Garudeya (burung garuda).

e. Kerajaan Kediri

Pada akhir pemerintahannya, Airlangga kesulitan menunjuk penggantinya. Hal ini disebabkan putri mahkota Sanggramawijaya menolak menjadi raja dan lebih memilih menjadi petapa. Tahta kemudian diserahkan kepada kedua anak laki-lakinya, yaitu Jayengrana dan jayawarsa. Untuk menghindari perselisihan di antara keduanya, kerajaan dibagi dua dengan denganbatas Gunung Kawi atas bantuan Empu Barada yaitu Jenggala dengan ibu kotanya Kahuripan dan panjalu dengan ibu kotanya Daha (Kediri).

Raja pertama yang muncul dalam pentas sejarah setelah masa Airlangga ialah Sri Jayawarsa dengan prasastinya yang berangka tahun 1104 M. Selanjutnya berturut-turut-raja-raja yang berkuasa di Kediri ialah Bameswara (1115-113}), Jayabaya (1130-116b), Sarweswara(1160-1170), Aryyeswara (1170-1180), Gandra (1181), Srengga (1190-1200), dan Kertajaya(1200-1222. Pada tahun 1222 terjadi Perang Ganter antara Ken Arok dengan Kertajaya. Ken Arok dengan bantuan para brahmana berhasil mengalahkan Kertajaya di Ganter (Pujon, Malang). Dengan demikian berakhirlah riwayat Kerajaan Kediri.

f. Kerajaan Singhasari

Kerajaan Singasari didirikan oleh Ken Arok. Dalam kitab Pararaton diceritakan bahwa Ken Arok adalah anak Ken Endok dari Desa Pangkur sebelah Timur Gunung Kawi Malang. Ken Arok digambarkan-sebagai seorang pencuri dan perampok sakti sehingga menjadi buronan pasukan Tumapel setelah rnendapatkan bimbingan dari seorang brahmana Ken Arok dapat mengabdi kepada akuwu (Bupati) di Tumapel bernama Turnggul Ametung. Ia berhasil membunuh Tunggul Ametung dan menjadi penguasa Tumapel. Ia juga menjadikan Ken Dedes, istri Tunggul Ametung, sebagai permaisurinya. Ketika itu, Tumapel misih berada di bawah kekuasaan Kerajaan Kediri.
Setelah merasa memiliki kekuatan yang cukup en Arok berusaha untuk melepaskan diri dari Kediri. Pada tahun 1222, Ken Arok berhasil membunuh Kertajaya, raja Kediri terakhir Ia kemudian naik tahta sebagai raja Singasari dan rnendirikan dinasti baru yaitu Dinasti Girinda. Ken Arok bergelar Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi.

Pada tahun 1227, Ken Arok dibunuh o1eh Anusapati (anak Ken Dedes dari Tunggul Ametung) sebagai balas dendam atas kematian ayahnya. Ken Arok dimakamkan di Kagenengan dalam bangunan suci agama Siwa dan Buddha. Anusapati berkuasa di Singhasari selama 21 tahun. Masa pemerintahannya berlangsung dengan aman dan tenteram sampai akhirnya ia dibunuh oleh Tohjaya putra Ken Arok dari Ken Umang, juga sebagai balas dendam atas kematian ayahnya. Anusapati disemayamkan di Candi Kidal, di sebelah tenggara kota Malang. Tohjaya naik tahta. Ia memerintah hanya beberapa bulan saja dan kemudian terbunuh oleh Ranggawuni (putra Anusapati) yang dibantu Mahesa Cempaka di Katang Lumbang (Pasuruan). Pada tahun1248, Ranggawuni naik tahta dengan gelar Srijaya Wisnuwardhana. la didampingi Mahesa Cempaka sebagai Ratu anggabhaya dengan gelar Narasingamurti. Pada tahun 1254, Wisnuwardhana mengangkat putranya Kertanegara sebagai yuwaraja atau raja muda. Wisnuwardana wafat pada tahun 1268 di Mandragiri.
Kertanegara kemudian naik tahta dengan gelar Sri Maharajadiraja Sri Kertanegara dan menjadi raja terbesar Singasari. Beberapa daerah dapat ditaklukkannya, seperti Bali, Kalimantan Barat Daya, Maluku, Sunda, dan Pahang. Kertanegara merupakan raja pertama yang bercita-cita menyatukan Nusantara. Pada tahun 1275, Kertanegara mengirimkan Ekspedisi Pamalayu ke Sumatra Jambi) dipimpin oleh Kebo Anabrang. Ekspedisi ini bertujuan menuntut pengakuan Sriwijaya dan Melayu atas kekuasaan Singasari. Ekspedisi Pamalayu juga bertujuan mengurangi pengaruh Kubilai Khan dari Cina di Nusantara. Karena khawatir atas ekspedisi pasukan Singasari ke Sumatra itu, pada tahun 1289 Kubilai Khan mengirimkan utusan bernama Meng-chi untuk menuntut pengakuan Singasari pada Kekaisaran Mongol. Kertanegara menolak tegas tuntutan itu, bahkan utusan Cina dilukai mukanya. Perlakukan Kertanegara tersebut dianggap sebagai penghinaan dan tantangan perang. Untuk menghadapi kemungkinan serangan dari tentara Mongo pasukan Singasari disiagakan dan dikirim ke berbagai daerah di Laut Jawa dan Laut Cina Selatan sehingga pertahanan dalaml kota lemah. Hal ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak senang terhadap Kertanegara, seperti Jayakatwang (penguasa Kediri) dan Arya Wiraraja (Bupati Madura). Sewaktu Kertanegara sedang melakukan upacara Tantrayana. Pasukan Kediri berhasil menduduki istana dan membunuh Kertanegara. Jenazah Kertanegara dicandikan di dua tempat, yaitu di Candi Jawi sebagai Siwa Buddha dan di Candi Singasari sebagai Siwa Bhairawa.

g. Kerajaan Majapahit

Ketika pasukan Kediri menyerang istana Singasari, Raden Wijaya (menantu Kertanegara) berhasil melarikan diri bersama keempat putri Kertanegara. Mereka akhirnya sampai di Madura dan meminta bantuan kepada Arya Wiraraja. Atas nasihat Aryawiraraja Raden Wijaya menyerahkan diri kepada Jayakatwang dan diperbolehkan membuka perkampungan di hutan Tarik yang diberi nama Majapahit.

Pasukan Mongol yang hendak menghukum Kertanegara tiba pula di Pulau Jawa. Mereka belum mengetahui bahwa Kertanegara sudah meninggal akibat serangan Jayakatwang. Hal ini dimanfaatkan oleh Raden Wijaya untuk membalas dendam kepada Jayakatwang. Setelahpasukan Jayakatwang berhasil dihancurkan tentara Mongol Raden Wijaya berbalik menyerang pasukan Mongol. Raden Wijaya kemudian dinobatkan sebagai Raja Majapahit dengan gelar Sri Kertarajasa Jayawardhana pada tahun 1293. AryaWiraraja yang telah membantunya diberi kedudukan yang tinggi dan mendapatkan daerah kekuasaan di Lumajang sampai Blambangan (Banyuwangi). Para pembantunnya yang setia juga mendapatkan imbalan jasa yang semestinya Namun, Ranggalawe yang merasa berjasa besar dalam pendirian kerajaan Maiapahit merasa tidak puas atas kedudukannya sebagai Adipdi Tuban. Ia mmgharapkan menjadi Patih Majapahit yang sedang dijabat oleh Nambi. Oleh karena itu, meletuslah pemberontakan Ranggalawe. Pemberontakan itu berhasil digagalkan pada tahun l309

Kertarajasa menikahi keempat putri Kertanegara. Istri pertamanya Tribuwana diangkat sebagai pernaisuri. Adapun yang bungsu bernama Gayatri atau disebut juga Rajapatni. Kertarajasa mempunyai 3 anak. Dua anak Perempuan dari pernikahannya dengan Gayatri, yaitu Bhre Khuripan dan Bhre Daha. Adapun satu orang putra dari Tribuwana (Parameswari) bernama Kalagemet. Kertarajasa meninggal pada tahun 1309 dan disemayamkan di Candi Siwa di Simping Blitar dan di candi Buddha di Antahpura, Trowulan. Arca perwujudannya adalah Harihara yaitu Wisnudan Siwa menyatu dalam satu arca.

Kalagemet kemudian dinobatkan sebagai Raja Majapahit berikutnya dengan gelar Sri Jayanngara. Ia bukanlah raja yang cakap. Sebagian waktunya hanya digunakan untuk bersenang-senang dengan selir-selirnya di Istana Kapopongan. Selain itu ia juga mendapatkan banyak pengaruh dari Mahapati seorang pejabat tinggi yang ambisius. Akibatnya, masa pemerintahan Jayanagara diwarnai munculnya beberapa pemberontakan seperti Juru Demung, Gajah biru, dan Nambi. Pemberontakan yang Palingberbahaya adalah pemberontakan Kuti pada tahun 1319. Kuti berhasil menduduki ibu kota Majapahit sehingga Jayanagara harus melarikan diri ke Desa Bedander dikawal oleh pasukan khusus pimpinan Gajah Mada. Pemberontakan Kuti akhirnya berhasil ditumpas oleh Gajahmada,Karena jasanya tersebut, Gajah Mada diangkat sebagai Patih Kahuripan .Jayanagara mangkat pada tahun 1328 dibunuh oleh tabib istana, Tanca. Tanca kemudian dibunuh oleh Gajah Mada. Jayanagara tidak meninggalkan keturunan. Ia dicandikan di Sila Petak dan di Bubat dengan arca perwujudan sebagai Wisnu, dan di Sukalila sebagai Amoghasiddhi.

Karena Jayanegara tidak mempunyai keturunan, maka yang berhak memerintah semestinya ialah Gayatri. Akan tetapi, Gayatri telah menjadi biksuni, maka pemerintahan Majapahit kemudian dipegang oleholeh putrinya Bhrekahuripan dengan gelarTribhuznana Tunggaaewi Jayiraisnuwardhani.la menikah dengan Kertawardhana. Dari perkawinan ini lahirlah Hayam Wuruk. Pada tahun 1331 terjadi pemberontakan Sadeng dan Keta (di daerah Besuki). Pemberontakan yang berbahaya ini dapat pula ditumpas oleh Gajah Mada. Karena jasanya itu, Gajah Mada dianghkat bagai patih Mangkubumi Majapahit, sewaktu pelantukan, Gajahmada mengucapkan sumpah Palapa (amukti Palapa) yang isinya ia tidak akan menikmati palapa (garam darirempah-rempah) sebelum dapat mempersatukan Nusantara di bawah Majapahit. Sumpah ini benar-benar dilaksanakan oleh Gajah. Pada tahun 1343, Gajah Mada yang dibantu Adityawarman dapat menaklukkan Bali.
Berikutnya Gajah Mada mernerintahkan Adityawarman, untuk menaklukan Melayu di Sumatra. Pada tahun 1350 M, Tribhuwana turun tahta. Ia digantikan oleh Hayam wuruk yang bergelar Rajasanagara. Di bawah pemerintahan Hayam wuruk dengan Gajah Mada sebagai Mahapatihnya Majapahit encapai puncak kejayaan. Dengan sumpah Palapanya,Gajah Mada berhasil menguasai seluruh Kepulauan Nusantara ditambah dengan Siam, Martaban (Burma), Ligor, Annam, Champa, dan Kamboia. Hubungan dengan negara-negara tetangga pun dijalin dengan baik. Hal ini tampak pada semboyan politk luar negeri Malapahit, Mitrekasatata, yang artinya menjalin hubungan sederajat dengan negara-negara tetangganya.

Pada tahun 1364,Mahapatih Gajah Mada wafat di tempat peristirahatannya, Madakaripura, di lereng Gunung Tengger. Semasa hidupnya,Gajah Mada menulis kitab hukum yang dijadikan sebagai dasar hukum Majapahit yang disebut Kutaramanawa. Setelah Gajah Maau meninggal Hayam wuruk menemui kesulitan untuk menunjuk penggallinya.. Akhirnya diputuskan bahwa pengganti Gajah Mada adalah empat orang menteri. Huyam Wuruk wafat pada tahun 1389. Ia disemayamkan di Tayung, Kediri. Seharusnya yang menggantikan adalah putrinya yang bernama Kusumawardhani
Namun Kusumawardhani menyerahkan tahta kepada suaminya yang masih saudara sepupun yang bernama Wikramawardhana. Hayam Wruk juga mempunyai anak laki-laki dari selir yang bernama re Wirabhumi yang telah mendapatkan daerah kekuasaan di kedaton wetan (ujung Jawa Timur). Akan tetapi pada tahun 1401 hubungan Wikramawardhana dengan Wirabhumi berubah menjadi Perang Saudara yang dikenal dengan Perang Paregreg.Wirabhumi dapat dikalahkan dan dibunuh 1406. Perang saudara ini telah emlemahkan kekuasaan Majapahit sehingga banyak wilayah kekuasaan yang melepaskan diri.
Pada tahun 1429 Wikramawardhana meninggal dan digantaikan putrinya Suhita (429-1447) Suhita kemidian digantikan oleh adik tirinya bernama Kertawijaya (1447-1451). Setelah itu, sejarah Majapahit semakin suram dan tidak diketahui dengan pasti raja-raja penggantinya.

B Perkembangan lslam di lndonesia

1 . Bukti-Bukti Masuk dan Berkembangnya lslam di lndonesia
proses masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia berlangsung secara bertahap dalam waktu ratusan tahun dan berlangsung secara damai. Sumber-sumber sejarah yang mengemukakan proses masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia, antara lain sebagai berikut

 Berita Cina dari Dinasti Tang
Berita Cina dari Dinasti Tang memberitakan bahwa pada sekitar tahun 674M, orang-orang Ta Shih (orang-orang Islam dari Arab dan Persia) membatalkan niatnya menyerang Kerajaan Ho Ling (Kalingga) karena Ratu Sima yang berkuasa di kerajaan tersebut masih sangat kuat
 Berita Jepang (749 M)
Dijelaskan bahwa di Kanton terdapat kapal-kapaI Po-sse Ta-Shih Kuo.Istilah Po-sse ditafsirkan sebagai orang Melayu, sedangkan Ta-Shih ditafsirkan sebagai orang Arab dan Persia. Bahkan banyak ahli mendugabahwa pada abad ke-7 dan 8 di Kanfu (Kanton) sudah ada perkampungan-perkampungan muslim.

 Batu Nissn Fatimah binti Maimun di Leran (Gresik)
Batu nisan ini berangka tahun 475 Hijriahatau 1082 Masehi, sezaman dengan masa Kerajaan Kediri. Peninggalan sejarah ini menjadi bukti bahwa agama Islam sudah masuk ke daerah Jawa Timur.

 Berita Marcapolo dari Venesia, Italia

Marcopolo mendapat tugas dari Kaisar Cina untuk mengantar putrinya yang dipersembahkan kepada Kaisar Romawi. Dalam perjalanan menuju Romawi pada tahun 1292 dan perjalanan pulang kembali ke Cina pada tahun 1297, ia singgah di Sumatra bagian utara.
Ia menuliskan bahwa di wilayah itu sudah ada beberapa kerajaan Islam, seperti Lamuri, Fansur, Barus, Perlis, Perlak dan Samudra Pasai. Walaupun demikian, masih banyak pula wilayah yangbelum menganut agama Islam.

 Makam Sultan Malik al Shaleh

sultan Malik al shaleh merupakan seorang raja dari Kerajaan samodera Pasai. Ia wafat pada bulan Ramadan tahun 676 H (1297 M). Baik batu nisan Fatimah binti Maimun maupun nisan sultan Malik al Shaleh terbuat dari batu pualam dari Gujarat. Berdasarkan peninggalan tersebut, banyak ahli menyimpulkan bahwa agama Islam di Indonesia berasal dari Gujarat. Berdasarkan peninggalan ini juga dapat disimpulkan bahwa untuk pertama kalinya muncul seorang raja bergelar sultan.
 Berita dari Ma-Huan (1416 M)

Ma-Huan adalah seorang penulis yang mengikuti pelayaran Laksamana Cheng-Ho pada tahun 1400-an. Ia menuliskan bahwa sudah ada saudagar-saudagar Islam yang bertempat tinggal di pantai utara Jawa (Gresik).

 Kompleks MakamTralaya di Trowulan, Mojokerto
Kompleks makam Islam Tralaya di Trowulan terdiri atas makam-makan dengan nisan berangka tahun 1369 sampai dengan 1611 Hal ini membuktikan bahwa di ibukota Majapahit Trowulan pada masa puncak kejayaan Majapahit, sudah ada masyarakat yang menganut Islam.

2. Saluran-saluran penyebaran lslam

Proses masuk danberkembangnya Islam di Indonesia melalui beberapa saluran atau caraberikut ini.

a. Melalui Perdagangan
Hal ini terkait dengan perkembangan lalu lintas pelayaran dan perdagangan pada abad ke-7 sampai abad ke-16 dari Eropa, Timur Tengah, India, Asia Tenggara dan Cina. para pedagang Islam dari Arab, Persia, dan Gujirat singgah berbulan-bulan di Malaka dan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia menunggu angin Muson berubah arah tiap 6 bulan bulan sekali untuk kembali ke negeri asalnya. selama menunggu itu terjadilah proses integrasi dengan masyarakat setempat, para bangsawan bahkan dengan bangsawan bahkan dengan para raja.Kesempatin ini mereka pergunakan pula untuk menyebarkan agama lslam.

b. Melalui Perkawinan

Ada pula di antara para pedagang Arab, Persia, dan Gujarat yang kemudian menikah dengan wanita-wanita Indonesia. Melalui perkawinan tersebut terbentuklah ikatan kekerabatan besar beragama Islam yang merupakan awal terbentuknya masyarakat Islam. sampai sekarang di beberapa kota di Indonesia ditemukan kampong Pakojan yaitu perkampungan pedagang para pedagang Gujarat (Koja = pedagang, Gujarat. Perkawinan dilangsungkan pula dengan golongan bangsawan Misalnya, RadenRahmat atau sunan Ampel menikahi Nyi Manila, sunan Gunung Jati dengan putri Kawungaten, dan Raja Brawijaya dengan Putri Campa yang beragama Islam, yang kemudian berputra Raden Patah.

c. Melalui Pendidikan

Para ulama atau mubalig mendirikan pondok pesantren di beberapa tempat di Nusantara. Di sanalah para santri dari berbagai daerah mendapatkan pendidikan agama Islam secara mendalam. Setelah tamat, mereka berkewajiban menyebarkan ajaran Islam di daerah masing-masing sehingga mendorong munculnya pondok-pondok pesantren baru, misalnya pesantren Ampedentayang didirikan oleh Raden Rahmat mempunyai murid Sunan Giri, Sunan Drajat, Bonang, dan Raden Patah. Sunan Giri kemudian mempunyai murid Fatahillah/Faletehan dhinasai Pondok Pesantren

d. Melalui Seni Budaya

Penyebaran agama Islam melalui sarana seni budaya disesuaikan dengan keadaan di Indonesia karena ketika itu kebudayaan Hindu-Buddha dan kepercayaan asli masih berakar kuat. Para peyebar agama Islam tidak mengubah seni budaya tersebut, bahkan mereka menggunakan seni budaya tersebut sebagai sarana menyebarkan Islam. Contoh seni budaya yang berpengaruh dalam. Proses Islamisasi antara lain seni gamelan dan wayang. Sering kali ajaran Islam diselipkan dalam cerita-cerita wayan seperti yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga. Pengaruh Islam juga berkembang melalui seni sastra, seni rupa, kaligrafi, seni ukir, dan lain-lain.

e. Melalui Ajarnn Tasawuf

Tasawuf mengajarkan umat lslam agar selalu membersihkan jiwa dan mendekatkan diri dengan Tuhannya. Kaum sufi (penganut tasawuf) hidup sederhana dan sering kali memiliki keahlian yang bersifat magis, seperti menyembuhkan penyakit dan ilmu kebatinan. Tokoh-tokoh tasawuf yang terkenal antara lain Hamzah Fansuri, Nurudin ar-Raniri, Syekh Siti Jenar, dan Sunan Panggung.

3. Golongan Pembawa dan Penerima lslam
Agama Islam di Indonesia berasal dari Arab, Persia, dan Gujarat (India). Golongan pembawa Islam ke Indonesia adalah pedagang mubalig, kaum sufi, dan para wali. Adapun golongan penerima Islam di Indonesia adalah golongan raja dan bangsawan masyarakat daerah pesisir, para wali, dan masyarakat pedalaman melalui para wali.
Di Pulau ]awa dikenal sembilan orang wali penyebar agama Islam yang disebut Wali Songo (Wali Sembilan), yaitu Maulana Malik lbrahim (Gresik, Jawa Timur), Sunan Ampel (Ampel, Jawa Timur), Sunan Bonang (Tuban Jawa Timur), Sunan Giri (Bukit Giri, Jawa Timur), Sunan Drajat (Drajat Jawa Timur), Sunan Kalijaga (Demak Jawa Tengah), Sunan Kudus (Kudus, Jawa Tengah), Sunan Muria (Kudus, Jawa Tengah), dan Sunan Gunung Jati (Cirebon Jawa Barat).
Di luar Pulau Jawa terdapat pula penyebar-penyebar agama Islam, seperti:
a. Datuk Ri Bandang dan Datuk Sulaeman pembawa dan penyebar Islam di Sulawesi;
b. Datuk Ri Bandang dan Tuan Tunggang Ri Parangan penyebar Islam ke Kalimantan Timur; serta
c. Penghulu Demak pembawa Islam ke daerah Banjar.

Agama Islam dapat diterima dan berkembang dengan baik di dalam masyarakat Indonesia disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:
 Syarat masuk agama lslam sangat mudah,yaitu hanya mengucapkan dua kalimat syahadat, tidak perlu ada upacara khusus.
 Upacara-upacara peribadatan dalam.Islam sangat sederhana
 Ajaran Islam tidak mengenal sistem kasta
 Islam bersifat terbuka sehingga penyebaran Islam dapat dilakukan oleh setiap orang Islam
 penyebaran agama Islam di Indonesia disesuaikan dengan adat dan tradisi masyarakat
 Ajaran Islam berdampak positif bagi terciptanya keseiahteraan masyarakat dengan adanya kewajiban membayar zakat bagi orang Islam yang mampu.
 Keruntuhan kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Budha seperti Sriwijaya dan Maiapahit. memberikan kesempatan yang yang bagi perkembangan Islam

4. Kesultanan-Kesultanan lslam di lndonesia
Perkembangan agama lslam di Indonesia ditandai pula dengan berdirinya kerajaan-kerajaan yang bercorak Islam. Raja-raja di Nusantaru yung telah menganut Islam biasanya disebut dengan gelar sultan sehingga kerajaannya pun dikenal sebagai kesultanan.

a. Kesultanan Samudra Pasai
SamudraPasai merupakan kesultanan Islam pertama di Indonesia.Pendirinya ialah
Nazimuddin al-Kamil, seorang laksamana dari Mesir. Pada tahun 1128, ia mendapat tugas merebut Pelabuhan Kambayat di Gujarat. di samping itu, ia juga mendirikan kerajaan di Sumatra bagian utara dengan tujuan menguasai menguasai perdagangan rempah-rempah dan lada. Sementara itu di Mesir terjadi pergantian dinasti. Dinasti Fatimiyah berhasil dikalahkan oleh Dinasti Mamaluk. Dinasti baru ini berambisi untuk merebut Samudra Pasai dengan mengirim Syekh Ismail. Syekh Ismail kemudian bersekutu dengan Marah Silu dan berhasil merebut Samudra Pasai. Marah silu kemudian diangkat sebagai raja Samudera Pasai dengan gelar Sultan Malik ash- shaleh.

Kesultanan Samudra Pasai terletak di Lhokseumawe, Aceh sekarang. Pusat pemerintahannya di Kota Pasai, Yang berada di Pesisir. Setelah Pertihanannya cukup kuat Samudia Pasai meluaskan wilayahnya ke pedalaman, meliputi Tamiang, Balek Bimba, Samerlangga, Beruana, Telang, Perlak, Samudra, Rama Candi Tukas, dan Pasai. Untuk memperkuat kedudukann, Sultan Malik ash-Shaleh melakukan pernikahan Politik dengan Putri Ganggang Sari dari Perlak.
Sultan Malik ash-Shaleh wafat pada atahun 1297 dan dimakamkan di Kapung Samidra Mukim Blang Me. Ia digantikan putranya bernama Sultan Muhammad dengan gelar Sultan Malik at Thahir, yang memerintah hingga tahun 1326, Sultan ini kemudian digantikan oleh putranya bernama Sultan Ahmad, yang juga bergelar Sultan Malik At-thahir. Pada massa pemerintahan Sultin Ahmad Samudra Pasai kedatangan utusan Sultan Delhi yang sedang menuju Cina bernama lbnu Batutah pada tahun 1345. lbnu Batutah menulis dalam catatan perjalanannya bahwa Samudra Pasai merupakan kota pelabuhan yang sangat penting sebagai tempat persinggahan kapal-kapal dagang dari India dan Cina serta dari wilayah-wilayah lain di Nusantara. Istana Sultan diatur secara India. Para Pembesar Samudra Pasai ada yang berasal dari Persia. Adapun patihnya bergelar Amir.
Kesultanan Samudra Pasai mencapai puncak kejayaannya pada sekitar tahun 1350. Pengganti Sultan Ahmad adalah putranya yang bernama Sultan Zainal Abidin yang juga bergelar Sultan Malik at-Thahir. Setelah masa pemerintahan Zainal Abidin, Samudra Pasai mengalami kemunduran karena adanya perebutan kekuasaan. Akhirnya, Samudra Pasai berhasil dikuasai oleh Kesultanan Malaka.

b. Kesultanan Malaka

Pada awal abad ke-15 M, terjadi perang saudara di Kerajaan Majapahit yang dikenal sebagai Perang Paregreg. Dalam peperangan tersebut, seorang pangeran Kerajaan Majapahit yang bernama Paramisora bersama para pengikutnya melarikan diri dari Blambangan (Banyuwangi) menuju ke Tumasik (Singapura). Karena Tumasik dianggap kurang aman dan kurang sesuai untuk tempat pendirian sebuah kerajaan maka perjalanan dilanjutkan ke utara sampai di Semenanjung Malaka.
Di daerah ini lalu Paramisor amembangun perkampungan dibantu oleh petani dan nelayan setempat. Perkampungan baru itu berkembang pesat karena letaknya yang stretagis di tepi jalur perdagangan intenasional di Selat Malaka. Hal tersebut mendorong Paramisora membangun sebuah kerajaan yang bernama Malaka.
Kegiatan perdagangan di Selat Malaka pada saat itu didominasi oleh para pedagang Islam. Akibatnya, pengaruh Islam sangat besar di wilayah ini. Hal tersebut berpengaruh pula terhadap rajanya. Paramisora pun akhirnya memutuskan untuk menganut agama Islam dan berganti nama menjadi lskandar Syah. Malaka kemudian menjadi kerajaan yang cukup penting di Asia Tenggara. Untuk menjaga keamanan dari ancaman Siam dan Majapahit, lskandar Syah pada tahun 1405 meminta perlindungan kepada Kaisar Cina dengan menyatakan takluk kepadanya. lskandar Syah berhasil mengembangkan Malaka menjadi kerajaan penting di Selat Malaka. Ia memerintah hingga tahun 1414M. Setelah meninggal, ia digantikan putranya bernama Muhammad lskandar Syah (1414-1424). Di bawah pemerintahannya, kekuasaaa Malaka diperluas hingga menguasai seluruh wilayah Semenanjung Malaka. Guna memperkuat posisinya, Muhammad Iskandar Syah melakukan perkawinan politik dengan putri Kesultanan Samudra Pasai. Perdagangan dan pelayaran di Selat Malaka pun semakin ramai. Namun, Muhammad lskandar Syah kemudian dikudeta oleh saudaranya sendiri yang bernama Mudzafar Syah.
Setelah mennjadi raja baru, Mudzafar Syah bergelar Sultan Mudzafar Syah sehingga ia merupakan Raja Malaka pertama yang bergelar sultan. Mudzafar Syah memerintah Malaka tahun 1424-1458. Di bawah Sultan Mudzafar Syah, Malaka berkembang menjadi pusat perdagangan antara Timur dan Barat. Kedudukan yang demikian kuat membuat Sultan Mudzafar Syah berani menghadapi Kerajaan Siam. Serangan dari Kerajaan Siam dapat dipatahkan. Bahkan, Mudzafar Syah mampu meluaskan wilayah di sekitar Malaka, seperti Pahang, Kampar, dan Indragiri. Setelah Sultan Mudzalar Syah wafat, tahta diwariskan kepada putranya yang bergelar Sultan Mansyur Syah.
Dibawah pemerintahan Sultan Mansyur Syah, Malakaberkembang pesat dan mencapai puncak kejayaannya. Mansyur Syah terus meluaskan wilayah kekuasaannya bahkan Siam berhasil dikuasai. Pada masa pemerintahan Mansyur Syah inilah hidup seorang laksamana yang berjasa besar mengembangkan Kesultanan Malaka, bernama Hang Tuah. Menurut cerita rakyat ia digambarkan hidup dalam beberapa abad, sejak zaman Gajah Mada pada abad ke-14 sampai zaman Belanda pada abad ke-17. Pengganti sultan Mansyur Syah ialah sultan Alaudin syah (1477-I488 M). Pada masa pemerintahannya Malaka mulai mengalami kemerosotan. Satu demi satu wilayah yang dahulunya dikuasai mulai melepaskan diri dari Malaka. Alaudin syah digantikan putranya bemama sultan Mahmud syah (1488-1511 M). Pemerintahan Mahmud syah sangat lemah daerah kekuasaannya hanya sebagian kecil dari Semenanjung Malaka. Pada masa pemerintahannya muncul ekspedisi bangsa portugis yang dipimpin Alfonso d’Albuquerque yang kemudian berhasil menaklukkan Malaka pada tahun 1511.

c. Kesultanan Aceh

Pada mulanya Aceh dikuasai oleh Kerajaan Pedir. Setelah Malaka jatuh ke tangan portugis pada tahun 1511, keadaan menjadi berubah. Banyak pedagang Islam yang semula singgah diMalaka pindah ke Aceh. Bahkan, pedagang India tidak lagi singgah di Malaka karena Portugis memungut memungut bea cukai yang tinggi dan menjalankan monopoli. Dampaknya, pelayaran dan perdagangan di Aceh semakin ramai. Aceh semakin kaya dan semakin kuat untuk melepaskan diri dari Kerajaan Pedir.
Pendiri sekaligus raja pertama Kesultanan Aceh ialah Sultan Ali Mughayat syah atau Sultan lbrahim (1514-1528). Di biwah kekuasaannya, Aceh berkembang dengan pesat dan wilayahnya semakin luas. Beberapa daerah di Sumatra bagian utara seperti Daya dan Pasai berhasil ditaklukkan. Bahkan, sejak tahun 1515 Aceh sudah berani menyerang Portugis di Malaka dan juga menyerang Kerajaan Aru.

Sultan Ali Mughayat Syah digantikan putranya, Sultan Salahuddin (1528-1537). Sultan baru ini tidak mampu memerintah Aceh dengan baik sehingga Aceh mengalami kemerosotan. Oleh karena itu, ia digantikan saudaranya sultan Alauddin Riyat Syah (1532-1568). la melakukan perubahan dan perbaikan di berbagai bidang serta melakukan perluasan kekuasan. Setelah Sultan Alaudin meninggal, Aceh mengalami masa suram. Pemberontakan dan perebutan kekuasaan sering terjadi. Keadaan itu berlangsung cukup lama sampai dengan Sultan lskandar Muda naik tahta (1607-1636M).
Di bawah pemerintahan Sultan lskandar Muda Aceh mencapai puncak kejayaannya. Kesultanan Aceh tumbuh menjadi kerajaan kerajaan besar dan berkuasa atas perdagangan Islam di Selat Malaka, bahkan menjadi Bandar transit yang menghubungkan dengan pedagang Islam di dunia barat. lskandar Muda beberapa kali melakukan penyerangan terhadap portugis dan Kerajaan Johor di Semenanjung Malaka. Aceh juga menguasai daerah-daerah seperti Aru,Pahang, Kedah, perlak, dan Indragiri sehingga wilayah Aceh sangat luas.
Sultan lskandar Muda digantikan oleh menantunya, sultan lskandar Thani (1636-1641). la melanjutkan tradisi kekuasaan sultan lskandar Muda, tetapi ia tidak lama memerintah karena wafat pada tahun 164I M. penggantinya adalah permaisurinya (putri Sultan lskandar Muda), yang bergelar Putri sri Alam permaisuri (164l-1675).Sejak saat itu Kesultanan Aceh terus mengalami kemunduran dan akhimya runtuh karena dikuasai Belanda pada permulaan abad 20.

d. Kesultanan Demak
Demak mula-mula dikenal dengan nama Glagah Wangi sebagai kadipaten dari Majapahi, Demak juga dikenal dengan Demak Bintoro. Kata Demak merupakan akronim yang berarti gede makmur atau hadi makmur yang besardan sejahtera.

Faktor-Faktor pendorong berdirinya Kesultanan Demak sebagai berikut:
 Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis sehingga para pedagang Islam mencari persinggahan dan perdagangan baru, di antaranya Demak.
 Raden’Patah, pendiri Kesultanan Demak, masih keturunan Raja Majapahit Brawijaya V dari perkawinannya dengan putri Campa yangberagama Islam.
 Raden Patah mendapat dukungan dari para wali yang sangat dihormati pada waktu itu.
 Banyak adipati pesisir yang tidak puas dengan Majapahit dan mendukung Raden patah.
 Mundur dan runtuhnya Majapahit karena perang paregreg.
 Pusaka Keraton Majapahit sebagai lambang pemegang kekuasaan diberikan kepada Raden Patah
Dengan demikiary Kasultanan Demak merupakan kelanjutan dari Majapahit dalam bentuk yang baru.
Pada tahun 1500 M Raden Patah melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit. Raden Patah rnendirikan Kesultanan Demak, dengan gelar sultan Alam Akbar al Fatah (1500-1518). Tindakan-tindakan yang dilakukan Raden Patah antara lain berikut ini.
• Membangun Masjid Demak di bawah arsitek Sunan Kalijaga. Di serambi masjid ini, Sunan Sunan Kalijaga meletakkan dasar-dasar perayaan Sekaten (sahadatain)
• Menjadikan para wali sebagai penasihat dan pendamping raja.
• Di bawah pimpinan Adipati Unus (Pangeran gabrang Lor) pada tahun 1513 Demak menyerang portugis di Malaka, akan tetapi, serangan itu mengalami kegagalan.
Pada tahun 1518, Raden patah wafat. Ia digantikan putranya bernama Adipati Unus (Muhammad Yunus). Pati Unus hanya memerintah selama tiga tahun. la meninggal dalam usia muda. Walaupun demikian, ia dikenal sebagai panglima yang gagah berani. Ia juga melakukan blokade terhadap portugis di Maloaka sehingga Portugis mengalami kekurangan bahan makanan. Karena Pati Unus wafat tidak meniggalkan putra, maka ia digantikan oleh salah seorang adiknya bernama Raden Trenggana (1521-1546).
Di bawah pemerintahan sultan Trenggana Demak mencapai puncak kejayaannya. Trenggana terus berupaya memperluas wilayah kekuasaannya. Ketika itu, portugis mulai memperluas pengaruhnya ke Jawa Barat bahkan mau mendirikan benteng dan kantor di Sunda Kelapa. Oleh karena itu, pada tahun 1522 Demakmengirimkan pasukan ke Jawa Barat dipimpin oleh Fatahillah, seorang keturunan dari Pasai. la berhasil menduduki Banten dan Cirebon serta mengusir portugis dari sunda Kelapa pada tanggal 22 Juni l527. Sejak saat itu, SundaKelapa diubahnamanya menjadi Jayakarta, Fatahillah berhasil pula menguasai daerah-daerah penting perdagangan di Jawa Barat, seperti Banten dan Cirebon.
Perluasan pengaruh Demak ke Jawa Timur dipimpin lansung oleh Sultan Trenggana. Satu per satu daerah-daerah di Jawa Timur berhasil dikuasai yaitu Madiun, Gresik, Tuban, Singosari, dan Blambangan. Namun ketika menyerang Pasuruan pada tahun 1546, Sultan Trenggana gugur.
setelah Trenggana wafat, terjadi perebutan kekuasaan antara Surawiyata atau pangeran Sekar Seda ing Lepen (adik Trenggana dengan sunan Prawoto putra Trenggana). Surawiyata berhasil dibunuh oleh utusan sunan Prawoto. Putra Surawiyata bernama Arya Penangsang dari Jipang menuntut balas dan berhasil membunuh sunan Prawoto. Arya Penangsang adalah seorang yang kejam sehingga banyak orang yang tidak menyukainya menduduki tahta Demak, kekacauan pun terjadi. Kekacauan itu memuncak ketika Arya Penangsang membunuh Adipati Jepara bernama Pangeran Hadiri. Ia adalah suami dari Ratu kalinyamat, adik kandung Sunan Prawoto. Pembunuhan itu dilakukan karena Hadiri dianggap telah ikut campu dalampersoalannya dengan sunan prawoto.
Kalinyamat kemudian -mengangkat senjata melawan Arya penangsang. Ia berhasil menggerakkan adipati-adipati dan pejabat lain untuk melawan Arya penangsang. Akhirnya, Arya Penangsang berhasil dibunuh oleh Jaka Tingkir (menantu Trengana) yang dibantu oleh Kiai Gede Pamanahan, Bagus Dananjaya, Ki Penjawi, dan Juru Mertani. Kemudian, JakaTingkir naik tahta dalam sebuah penobatan yang dilakukan oleh sunan Giri, dengan gelar sultan Hadiwijaya.Pusat pemerintahan kemudian dipindahkan dari Demak ke Pajang.

e. Kesultanan Banten

Setelah berhasil menduduki Banten, Fatahillah berkuasa di daerah tersebut. Adapun Cirebon diserahkan kepada putranya bernama Pangeran Pasarean. Pada tahun 1522,pangeran Pasarean wafat sehingga Fatahillah menyerahkan Banten kepada putranya, Hasanuddin. Fatahillah memilih memerintah di Cirebon.
sultan Hasanuddin dikenal sebagai sultan pertama di Banteru Ia berhasil memperluas daerah kekuasaannya sampai ke Lampung sehingga Banten menjadi penguasa tunggal dalam kegatan pelayaran dan perdagangan di Setat Sunda. Untuk memperkuat kedudukannya, Hasanuddin menikah dengan putri Indrapura. Raja Indrapura kemudian menyerahkan sebidang tanah yang menghasilkah lada kepadanya. Bandar Banten sering dikunjungi pedagang-pedagang dari Gujarat, Persia, Cina, Turki, Pegu (Burma Selatan), dan Keling . Sultan Hasanuddin wafat pada tahun 1570 M dan digantikan putranya, panembahan Yusuf.
Panembahan Yusuf berusaha memperluas kekuasaannya. Pada tahun 1579, kerajaan Hindu terakhir di ]awa Barat yaitu Pakuan Pajajaran berhasil ditaklukkan. panembahan yusuf wafat pada tahun 1580. Ia digantikan putranya yang masih berusia 9 tahun, Maulana Muhammad dengan gelar Kanjeng Ratu Banten. Karena usianya terlalu muda, pemerintahan dipegang oleh seorang makubumi hingga ia dewasa. Pada masa pemerintahan Maulana Muhammad datanglah untuk pertama kalinya orang Belanda di Nusantaia dipimpin oleh Cornelis de Houtman pada tahun 1596.
Maulana Muhammad wafat dalam sebuah serangan ke Palembang. la digantikan putranya bernama Abdul Mufakir yang baru berumur 5 bulan oleh karena itu, pemerintahan dipegang oleh seorang mangkubumi, yaitu Pangeran Ranamenggala pada tahun 1608. Akan tetapi, Ranamenggala malahan memegang kekuasaan hingga ia wafat pada tahun 1624. Kesultanan Banten mulai mengalami kemunduran karena semakin kuatnya blokade VOC yang sudah menguasai Batavia.
Pengganti Abdul Mufakir ialah Abdul Fatah yang bergelar sultan Ageng Tirtayasa.la merupakan raja terbesar Banten. la berupaya mengembalikan wilayah Priangan, Cirebon sampai Tegal ke tangan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa juga birhasil memajukan perdagangan sehingga Banten berkembang menjadi bandar internasional yang dikunjungi oleh kapal-kapal Persia, Arab, Cina, Inggris, prancis, dan Denmark. Akan tetapi sultan Ageng Tirtayasa sangat membenci VOC yang telah merebut Jayakarta dari Banten. Belanda pun selalu berupaya menjatuhkan Banten.
Ketika terjadi perselisihan antara sultan Ageng Tirtayasa dengan putranya Abdul Kahar yang dikenal sebagai sultan Haji Belanda mengambil kesempatan dengan melancarkan politik Adu domba (devide et impera). Sultan Haji meminta bantuan VOC dan terjadilah perang dengan sultan Ageng Tirtayasa. Akhirnya pada tahun 1682 sultan Ageng Tirtayasa menyerah. Ia ditawan di Batavia hinggu wafatnya pada tahun l692. Setelah itu, Bantenmengalami kemunduran dan akhirnya dikuasai sepenuhnya oleh Belanda pada tahun 1775.

f. Kesultanan Mataram
Setelah runtuhnya Kesultanan Demak, pusat pemerintahan dipindahkan ke pajang oleh sultan Hadiwijaya. Ia kemudian mendirikan KesultananPajang. Adapun Demak hanya sebagai kadipaten dari Pajang yang dipimpin oleh Arya Pangiri putra sunan Prawoto). Kiai Gede pamanahan yang berjasa besar dalam membantu Hadiwijaya membunuh Arya Penangsang mendapat imbalan daerah Mataram (Sekitar kota Gede atau Yogyakarta sekarang). Dalam waktu singkat Mataram berkjembang pesat. Pada tahun 1575,KiaiGede pamanahan meninggal dan pemerintahannya diteruskan oleh putra angkatnya, Bagus Dananjaya atau Sutawijaya.
Sementara itu di Pajang terjadi perubahan besar. Sultan Hadiwijata meninggal pada tahun 1582. Pangeran Benowo (putra Hadiwijaya) disingkirkan oteh Arya Pangiri dan dijadikan adipati di Jipang. Untuk merebut kembali kekuasaannya, pangeran Benowo meminta bantuan Sutawijaya dari Mataram. Pajang diserang dari dua arah hingga akhirnya Arya Pangiri menyerah. Pingeran Benowo tidak sanggup menghadapiSutawiaya sehingaa pada tahun 1586 pusat pemerintahan dipindahkan dari Pajang ke Mataram oleh Sutawijaya.
Sutawijaya naik tahta Mataram dengan gelar Panembahan Senapati ing Alaga Sayyidin Panatagama (1586-1601). Musa pemerintahannya diwarnai dengan perang untuk menundukkan para bupati yang berupaya memisahkan diri maupun untuk memperluas wilayah kekuasaannya. Ponorogo, Madiun, Kadiri, Pasuruan, dan Surabaya serta Demak berhasil ditaklukkan. Bahkan, pada tahun 1595 Cirebon dan Galuh berhasil dikuasai pula. Panembahan senapati wafat pada tahun 1601. Ia dimakamkan di Kota Gede. Penggantinya ialah putranya yang bernama Mas Jolang (1601-1613) dengan gelar Sultan Anyokrowati.
Pada masa pemerintahan Mas Jolang, banyak bupati di Jawa Tengah dan Jawa Timur melakukan pemberontakan. Mula di Demak kemudian Ponorogo. Selanjutnya Surabaya sama sekali tidak mau mengakui kedaulatan Mataram, sebelum pemberontakan tersebut dapat diatasi, pada tahun 1913 Mas Jolang wafat di Kraprak Ia digantikan putranya yang bernama Raden Mas Martapura. Namun karena sakit-sakitan, ia turun tahta dan digantikan oleh Raden Mas Rangsang.
Raden Mas Rangsang naik tahta dengan gelar Sultan Agung Hanyokrokusumo Senapati ing Alaga Ngabdurahman. Ia lebih dikenal sebagai Sultan Agung (1613-L645). Di bawah pemerintahannya, Mataram mencapai puncak kejayaannya. Pusat pmerintahan yang semula di Kerta dipindahkan ke Plered. Sultn Agung bercita-cita mempersatukan Pulau Jwa. Untuk mencapai cita-crtanya itu, Sultan Agung harus maenghadapi pemberontakan para bupati yang hendak melepaskan diri dari Mataram,seperti, Surabaya, Kadiri, Lasem, Tuban,Pasuruan dan Gresik. Untuk menaklukkan Cirebon Sultan Agung melakukan pernikahan Politik dengan Putri Cirebon. Pada tahun l622, SultanAgung juga menyerang Sukadana di Kalimantan Barat yang menjadi sekutu Surabaya. Pada tahun 1,62+, seTa,.f* vrututu* ditilukan ke Madur* Pamekasan, Sampang dan Sumenep

dapat ditaklukkan.
Sebagaipewaris KesultananDemak, SultanAgungmeramHukpula atasBanten’ Akan tetapi’
antara Mataram dan Banten tetdapat Batavia, mirkai VOC, sebaptr P”ttghulTg’ Oleh karena itu’
pada tahun ‘1.628 d,an1629 Su,ltanRgurrg *”ttgirim pasukan yu”[ aipi*pin oleh Baurekso untuk
io”iy”.urrg VOC di Batavia. Namun, kedua serangan itu gagal’
Di samping sebagai seorangraja yang cakap, Sultanfssei”qte”t=tl”padabidangfilsafat dan
kesusastraan. ta merr,ilis kitau sa’stra req iaa s*,t o Gendiig d;l,rkitab undang-undang b erludti surya

AIam. Sultan Agung juga dikenal berjasa dulut mengubah
kalender Saka [ffinau) meniadi kalender Jawa Islam’
Sultan Agung wafat pada tahun ‘l’645′ laglg:”$T
putranya yu”lg U;tg.lar Amangku rcr I (1645-1’677)’ P ada
‘*uru p”#”rin”tahainya, Belanda mutlf?sgk ke daerah
Mataram. Bahkan, Amangkurat I menjalin hubunganbaik
dengan Belanda. Sikap Amangkurat I yang sewenang-
*”riurrg telah menimbulkan -pemberontakan-
pemberintakary misalnya pemberontakan Trunojoyo- dari
il4ad,r.u yang hampii berhasil menguasai ibu kota
Mataram.
Amangtcurat I digantikan anaknya, Arnangkurat II
(7677 -190:3) .. Pada *ut u p emerint ahannya, wilayah
Mataram semakin sempit. Banyak daerah kekualgnnya
diambil alih VOC. Ibu kota kerajaan dipindahkan ke
Kartasura. Setelah Amangkurat II meninggal Kesultanan
Mataram semakin tutim karena sering kali terjadi
perebutan kekuasaan di antara kaum bangsawan Hul tT
dimanfaatkan dengan baik oleh Belanda untuk
melancarkan politik deaidi et impera-nya yang terwujud

derrgan ditandatanganinya Perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Melalui perjanjian tersdbut,
lftsultanan Mataram dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
f) Kesuhunan Surakart4 yang dipimpin oleh Susuhunan Paku Buwono III (1749-L788).
3) Kesultanan Yogyakarta (Ngayogyakarta Hadiningrat) dengan Mangkubumi sebagai rajany+
bergelar Sultan Hamengkubuwono | (17 55-1792).

Kemudiary untuk meredakan pemberontakan yang dilakukan oleh Mas Said (Pangeran Samber
Irtryawa) terhadap Surakarta dilangsungkanlah Perjanjian Salatiga pada tahun L757. Isinya
menobatkan Mas Said sebagai raja di Mangkunegaran, dengan gelar Pangeran Adipati Arya
tfangkunegara. Ketika Thomas Stamford Raffles berkuasa di Indonesia dilakukan kembali
pembagianwilayahYogyakarta padatahun 1813. Yogyakarta sebagian diberikankepada PakuAlam.

s. Kesultanan Gowa dan Tallo

Pada awalnya di Sulawesi Selatan berdiri beberapa kerajaan, seperti Gowa, Thllo, Luwu, Bone,
dan Soppeng. Kerajaan Soppeng Wajo, dan Bone bergabung menjadi satu dengan nama TeIIum
Pacceu. Demikian juga Kerajaan Gowa dan Tallo bergabung menjadi satu dengan nama Kerajaan
Mnknsssr.

Kerajaan Gowa dan Tallo menjadi kerajaan Islam karena dakwah dari Datuk Ri Bandang dan
Datuk Sulaiman dari Minangkabau. Setelah menganut Islam, raja Gowa, Daeng Manrabia bergelar
Sultan Alaudin. Dan raja Tallo, Kraeng Mantoaya bergelar Sultan Abdullah, dengan julukan ,4znalul
Islam. Gowa-Tallo berkembang menjadi kesultanan yang maju karena letaknya yang strategis di
tengah lalu lintas pelayaran antara Malaka dan Maluku.

Sultan Alaudin memerintah Makassar pada 1591-1639.Ia berhasil mengembairgkan pelayaran
dan perdagangan sehingga kesejahteraan rakyat meningkat. la juga dikenal sebagai sultan yang
sangat menentangBelanda. Setelah wafal, ia digantikan putranya, Sultan Muhammad Said (1639*
1653). Pada masa pemerintahan Muhammad Said, Makassar maju pesat sebagai bandar transit.
Muhammad Said juga pernah mengirimkan pasukan ke Maluku untuk membantu rakyat Maluku
yang sedang berperang melawan Belanda. Pengganti Muhammad Said ialah putranya, Sultan
Hasanuddi n (1.653-1669).
Sejarah 2 SMA program lpA

– Pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddiry Makassar mencapai masa kejayaannya. Dalam
waktu singkat, Makassar berhasil menguasai hampir seluruh x.ilavah Sulawesi’Selatan. la juga
memperluas wilayah kekuasaannya di Nusa Ten_g6ara seperti Sumbarrla au” r”rrujun Flores. Dengan
d.tTtFT, kegiatan perdagangan melalui Laut Flires harus singgah di Makassai. Hal itu ditentang
oleh Belanda karena hubungan Ambon dan Batavia yang telah drkuasai oleh Belanda terhalang
oleh kekuasaan Makassar. Keberanian Hasanuddin meiorak-porandakan pasukan Belanda di
Maluku mengakibatkan Belanda semakin terdesak. oleh karena keberania#ya itulah, Belanda
memberi julukan “4a- Jnntnn dari rimur” kepada sultan Hasanudclin.
– Cula menguasai Makassal, Belanda melakukan politik de.’:.;.: .: :1::LJera.Kesempatan yang baik
datang ketika pada tahun 1650 Raja Soppeng-Bone bernama Aru Paiaka melakukan pemberontakan
pada Makassar. Karena merasa

terdesak, Aru Palaka meminta
bantuan VOC. Pasukan VOC
yang dipimpin oleh Cornelis
Speelman menyeran g Makassa r
dari laut, sedangkanAru palaka
menyerang dari darat. pasukan
Makassar bertahan ma ti-matian
untuk mempertahankan

t-j’ –‘:: ‘

:F
, -F -.: “r

Benteng Barombong dan Istana
Sombopu. Akan tetapi, Sultan
Hasanuddin akhirnya dapat
dikalahkan dan harus
menandatangani Perjanjian
Bongaya pada tahun 1667 yang
isinya, antara lain sebagai
berikut.

1) Kompeni Dagang Belanda
(VOC) memperoleh hak
monopoli dagang di
Makassar.

2) Belanda dapat mendirikan benteng di Makassar.
3) Makassar harus rnelepaskan daerah-daerah jajahannr-a, se:.::- i –:.e lan pulau-pulau di luar
Makassar.

-4) Aru Palaka diakui sebagai Raja Bone.

Sultan Hasanuddin digantikan putranya bernama Imampasomba Daeng Nguraga, yang juga
dikenal sebagai Sultan Amir Ham iah.Ia iiduk -u.’rpn *..r-.,p…::-.::xan liakisar dari serbuan
Belanda secara besar-besaran.

, Kerajaan Ternate dan Tidore berdiri sejak abad ke-13 \1. Keraiaan tersebut terletak di sebelah
barat Pulau Halmahera di Maluku Utara. Secara geografis, Ternare l-” r,a”t.;;;;;” pada wilayah
yang penting karena,Kepulauan Maluku *et,tpikatt penghasri rempah-rempah terbesar di dunia.
oleh karena itu, Kepulauan Maluku mendapail.rt,rtur-r Jf,s ,si’131, I;ittitri (pulau rempah-rempah).
. , Pudl mulanya di Maluku berdiri beberapa kerajaan kecil r-ang tergabung ke dalam dua
kelompok, yaiiu Uli Lima dan Uli Siwa. Kelompok LltiLirn (persekutua., ti*i u”rrJ.,dara) dipimpin
oleh Ternate dan beranggotakan Ternate, obi Bacan, Seram, dan Ambon. Adapun kelompok Ull
Slzua (persekutuan sembilan bersaudara) dipimpin oieh Tidore dan beranggoLkurl pulau-pulau
Ketika Portugis datang ke Maluku, Ternate segera bersekutu dengan bangsa
:,: -r-: ::iun 1512. Demikian juga ketika Spanyol, yang juga sedang bermusuhan dengan
– .. ,::-.. ke \Ialuku pada tahun 1521, maka segera bersekutu dengan Tidore.

Gambar 1.29
ir’:i’i: ca1:itiih !:iti-|,.i;r;:r,:;rtr .;ri i..,i!;t,r. : :

-{:rajaan Ternate, dengan ibu kotanya di Sampalu, pada akhir abad ke-15 berubah menjadi
: r.:’irfl Islam (kesultanan). Tokoh yangberjasa dalam menyebarkan Islam di Ternate ialah Sunan
..,: :ari Gresik. Raja Ternate pertama yang beragama Islam ialah Sultan Marhum (1465-1455).
. :-:aia berikutnya ialahZainal Abidin, Sultan Sirullah, Sultan Hairun, dan Sultan Baabullah.
r : — ::.gkan di Tidore, menurut berita Portugis, agama Islam masuk sekitar tahun 1471.Penyebaran
..::- a Islam di Tidore dilakukan oleh para pedagang Islam dari Gresik, Jawa Timur.

Selelah sepuluh tahun berada di Maluku, Portugis mendapatkan izin untuk membangun
– :eng Santo Paolo dengan alasan untuk melindungi Ternate dari serangan Tidore yang dibantu
:- -r,r’ol. Namun, Portugis kemudian melakukan monopoli perdagangan, ikut campur masalah
.’. .-m negeri Ternate, dan menyebarkan agama Katolik. Akibatnya, rakyat Ternate membenci
– :-:’.rgis. Dengan tuduhan yang dicari-cari, gubernur Portugis di Maluku de Mesquite menangkap
: –,.an Hairun sehingga membangkitkan kemarahan rakyat Ternate. Benteng Portugis pun diserbu.
: -.-:an Hairun kemudian dilepaskan dan diadakan perundingan. Keesokan harinya, 28 Februari
-: .r, ketika Sultan Hairun berkunjung ke benteng Portugis untuk menghadiri pesta peresmian
– =:-anjian, ia dibunuh oleh kaki tangan Portugis.

Kematian Sultan Hairun menyebabkan kemarahan rakyat Ternate. Di bawah pimpinan Sultan
::abullah (putra Sultan Hairun), rakyat menyerang dan mengepung Benteng Santo Paolo selama
.-:na tahun. Akhirnya pada tahun L575, Portugis menyerah dan diusir dari Ternate. Pada tahun
-518, Portugis menduduki Timor Timur,

Sultan Baabullah berhasil meiuaskan wilayahnya sampai antara Sulawesi dan Papua, serta
:ulau-pulau di antara Mindanao (Filipina Selatan) sampai Bima di Nusa Tenggara. Wilayahnya
::rencapai sekitar 72 pulau.la wafat pada tahun 1853 dan digantikan putranya, Sahid Berkat.
oleh karena rakyat Maluku sangat membenci P?.l,rg? maka kedatangan Belanda di Maluku
pada tahun 1605 disamb”t aeng;biit. o”r,gur, il;i.:f”fida mendap a{uinuntuk mendirikan
pangkalan di Ambon, Ternate, iiar””, i”” Hilmahera. Aka” io”pi padimasa berikutnya Belanda
melaksanakan aturan-aturan monopoli yang lebih berat JJpuau_eortugis sehingga muncullah
*;.nf rakvat terhadap n”r””i”-.th; kr;;-iis#7+z.Namun]perrawanan itu dapat

Di ridore’ sultan Jamaluddi n (1753-1779) naik tahta dengan mewarisi utang sebesar b0.000
ringsrt’ Karena tidakmampu membaval, ia aipatsa u;k;””;yeft;;ffiffi;:m bagian timur
kepada Beranda. Har itu.aiten;*s;ffixaicir B”d;;-t;;;r, dan K”i”iiN;k;.-n”h^du sesera
menangkap sultan Iamaluddin altt rui”il Badrus Z”-“* rir”pirran perrawanan rakyat Tidore
kemudian digantikan oleh Kaicil ni”l”]””, dinobatkan;;gi sultanTidore (128o-1805). sultan
Nuku berhasil mensadu d’-u” n”i*;; tiliq;;^#;d:!ll *r”oa berhasiidiusir dari ridore.
Pada tahun 1801′ sitan N.r*u -“;;;;g T.mate. sljak ,uul’iL,,u*ate dan Tidore bersatu. seterah
mangkat’ ia digantikan adiknya, sirltr-?”ir,”r Abidin (1s05-rs10).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: